Yuk, Cari Tahu Tentang Transpulmin, Si Obat Batuk!

Transpulmin atau yang biasa dikenal dengan Pipazetat HCl merupakan obat generik yang diresepkan oleh dokter ahli untuk penderita batuk produktif dan batuk yang tidak produktif. Obat ini juga digunakan oleh penderita radang selaput lendir dan radangĀ  pada saluran pernapasan. Bagaimanakah khasiat dan penggunaan obat yang satu ini? Siapa sajakah yang diperbolehkan menggunakannya? Yuk simak informasi lengkap berikut ini.

Cara Pakai Transpulmin

Transpulmin dipergunakan untuk mengobati batuk pada anak dan orang dewasa. Obat ini berbentuk sirup yang bisa dikonsumsi secara langsung.

  • Untuk orang dewasa yang mengalami batuk, transpulmin bisa diminum 2 sampai 3 kali dalam sehari sebanyak 2 sendok teh.
  • Untuk anak yang berusia 2 sampai 6 tahun, dosisnya adalah 2 sampai 4 kali dalam sehari sebanyak 1 sendok teh.
  • Untuk anak yang berusia 6 sampai 12 tahun, dosisnya adalah 3 sampai 4 kali dalam sehari sebanyak 2 sendok teh.

Siapa saja yang Tidak Boleh Mengonsumsi Obat Ini?

Transpulmin tidak boleh sembarangan dikonsumsi. Anda harus benar-benar mendapatkan resep dari dokter ahli atau tenaga medis untuk bisa menggunakan obat yang satu ini. Ada beberapa orang yang tidak disarankan atau bahkan dilarang untuk menggunakan transpulmin. Diantaranya adalah :

  • Ibu hamil dan menyusui. Ibu hamil sangat tidak dianjurkan meminum obat ini terutama pada kehamilan di tiga bulan pertamanya karena beresiko terhadap janin.
  • Penderita disfungsi hati
  • Penderita Glaukoma
  • Penderita hipertrofi prostat

Jika penderita ketiga penyakit di atas tetap menggunakan transpulmin, bisa jadi akan menyebabkan sejumlah efek samping yang tidak diinginkan. Namun, efek samping mungkin saja tidak hanya terjadi pada ketiga penderita penyakit tersebut, beberapa orang yang memiliki intoleran terhadap kandungan obat tertentu juga bisa mendapatkan efek samping dari transpulmin.

Efek Samping Transpulmin

Beberapa efek samping yang mungkin tampak adalah :

  • Mengantuk
  • Pusing
  • Insomnia
  • Gelisah
  • Mulut kering
  • Pandangan kabur
  • Mual
  • Muntah
  • Urtikaria atau gatal-gatal
  • Takikardi atau meningkatnya detak jantung

Beberapa efek samping di atas menunjukkan bahwa mengonsumsi transpulmin tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Berikut ini beberapa kondisi yang tidak disarankan untuk minum transpulmin, yaitu :

  • Orang yang hendak menggunakan kendaraan atau menjalankan mesin. Seperti yang tertera di atas, transpulmin menyebabkan rasa kantuk setelah meminumnya. Kondisi ini akan membahayakan jika Anda melakukan aktivitas setelah minum transpulmin.
  • Bayi yang usianya masih di bawah 2 tahun. Jangan pernah mencoba memberikan transpulmin pada bayi berusia di bawah dua tahun meskipun ia sedang dalam kondisi batuk yang cukup sering atau parah. Lakukan konsultasi pada dokter terlebih dahulu sebelum Anda memberikan obat apapun kepada bayi.

Transpulmin adalah obat yang memiliki dosis cukup keras dan menimbulkan efek samping. Gunakan obat ini sesuai dengan dosis yang diberikan dokter dan jangan terlalu berlebihan. Jika dirasa batuk Anda sudah berhenti, Anda bisa menghentikan minum obat ini karena transpulmin bukan sejenis antibiotik yang harus dihabiskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *