Awas Bunda, Waspada ASI Kualitas Buruk

Sebagian bunda mengira bahwa yang namanya ASI selalu menghadirkan kualitas yang baik karena ia berasal dari dalam tubuh bunda bukan dari pabrikan yang dibuat oleh manusia. Tetapi, bunda wajib tahu bahwa ASI nyatanya memiliki kualitas yang berbeda tergantung siapa orangnya. Dan tentunya kualitas ASI juga ditentukan oleh pola makan bunda dan juga cara penyimpanan bunda saat menyimpan ASI untuk cadangan. Kira kira apa ciri dari ASI yang kualitasnya dibilang buruk?

Bau Menyengat

Menurut ahli kesehatan, ASI yang memiliki kualitas bagus memiliki aroma yang enak dimana aroma tidak menyengat dan juga tidak amis. Berbeda dengan susu formula yang identic dengan bau amis. Apabila bunda ingin mengetahui salah satu ciri kualitas asi yang tidak baik, bunda dapat mencium bau dari ASI. ASI yang basi biasanya akan mengeluarkan bau yang menyengat dimana baunya busuk atau anyir. Apabila bunda menjumpai ASI bunda sudah berbau tidak sedap, maka bunda lebih baik mengurungkan niat untuk memberikannya kepada si kecil.

Tidak Menyatu

Pada zaman yang semakin modern ini, ada namanya sebuah alat yang dinamakan pompa ASI. Pompa ASI ini berfungsi untuk memerah susu yang ada di payudara bunda agar nantinya susu bisa dijadikan cadangan. Meski wadah ASI tersebut khusus, tetapi jika bunda salah dalam penyimpanannya, bisa saja ASI malah dikatakan tidak layak untuk dikonsumsi bayi. Bisa saja ASI cadangan tersebut dikatakan ASI berkualitas jika pada saat disimpan teksturnya masih menyatu antara lemak dan non lemak. Tetapi, sebaliknya, jika ASI tersebut ternyata sudah terpisah antara unsur lemak dan non lemak, maka kualitas ASI dapat dikatakan sudah tidak baik lagi.

Menyimpan ASI lebih dari 3 hari

Agar tidak meninggalkan tugasnya untuk memberikan ASI ekslusif, bunda masa kini memang sering meletakkan ASI cadangannya pada lemari pendingin. Namun, jika bunda tetap ingin memberikan asupan ASI terbaik, alangkah baiknya bunda mengetahui ciri asi yang berkualitas. Menurut para ahli, kualitas asi akan menurun jika ASI sudah disimpan di dalam lemari pendingin lebih dari tiga hari. Apalagi jika bunda meletakkannya pada pintu lemari yang biasanya digunakan sebagai tempat botol air minum mineral. Saat bunda meletakkan ASI pada pintu, kualitasnya akan semakin tidak baik karena akan terjadi kerusakan pada ASI saat suhu berubah ubah. Jadi, sebaiknya apabila memang berminat untuk menyimpan ASI, simpan dalam freezer bukan lemari pendingin.

Cara Penyimpanan ASI yang kurang Benar

Meski bunda sering menaruh ASI cadangan pada botol atau wadah yang khusus, tetapi ada beberapa bunda yang kurang teliti saat menutupnya. Apalagi jika bunda menggunakan botol sebagai wadah ASI cadangan, kadang kala masih ada celah bagi udara yang masuk sehingga ASI yang ada dalam botol akan berubah warna, rasa tak teskturnya. Ketika terjadi perubahan, maka ASI yang semula adalah asupan yang sehat untuk bayi malah bisa menjadi asupan yang berbahaya. Itulah mengapa, ada yang menyarankan lebih baik menggunakan wadah ASI ziplock dibandingkan dengan botol.

Dari beberapa ciri ASI yang buruk tersebut, mungkin ada yang sebagian besar menjadi kesalahan yang tidak sengaja bunda lakukan. Apapun itu, bunda tidak harus mengatakan tidak untuk menyimpan cadangan ASI karena terkadang cadangan ASI juga diperlukan. Nah, apabila bunda ingin ASI lancar agar mudah diperah, salah satu caranya adalah dengan mengkonsumsi produk saripati ayam. Produk ini akan membantu bunda melancarkan ASI dan sari pati ayam membantu menghasilnya kualitas asi yang bagus dan tidak mengecewakan. Semoga bermanfaat!